• (0281) 636751,630463,634424 ext.137
  • sastra@ump.ac.id
  • Jalan Raya Dukuhwaluh P.O. BOX 202
    Kembaran, Banyumas

REVIEW BUKU | AKKADIA : GERBANG SUNGAI TIGRIS Oleh Annisa Laila Cahyani

28 November 2017 by Berita 5533 Views
Rate this item
(0 votes)

REVIEW BUKU

AKKADIA: GERBANG SUNGAI TIGRIS

Karya: R.D Villam

Oleh: Annisa Laila Cahyani

 

Akkadia: Gerbang Sungai Tigris. Sebuah novel kombinasi antara sejarah dengan fantasi, dibumbui dengan kisah persahabatan, perjuangan dan tentu saja cinta. Plot dalam novel ini, begitu tak tertebak. Sulit untuk memilih tokoh yang harus kita dukung  atau justru kita benci.

Latar novel ini adalah Mesopotamia abad 24 SM, yaitu zaman yang memang sarat dengan perang, perebutan wilayah dan kekerasan sebagai sarana masing-masing suku untuk memperluas wilayah dan meningkatkan kemakmuran. Sebagian tokoh dan tempat dalam novel ini juga benar-benar ada, seperti Raja Sargon, penguasa Akkadia (2360 -2279 SM). Menunjukkan riset yang cukup teliti dan rigid untuk menunjang jalinan cerita agar narasi yang ada seolah sejarah yang riil, bukan sekedar rekaan pengarang. Meski tidak sepenuhnya “unik”, AGST terasa  lebih “hidup” sebagai fakta sejarah. Novel ini sangat kental dengan dan dikenal masyarakat luas karena nuansa Timur Tengah yang disajikan dengan segala detil dan sangat vibrant.

Inti cerita novel ini adalah balas dendam seorang putri Kerajaan Kazalla, Naia Kashavi, untuk melawan pasukan Akkadia yang telah membunuh keluarganya dan meluluh-lantakan negerinya. Untuk melindungi rakyatnya, ia harus memasuki Wilayah Elam yang dikelilingi parit besar nan penuh mara bahaya, Sungai Tigris. Selain itu, wilayah  tersebut juga dilindungi oleh gerbang gaib. Dari sekian banyak orang yang mencoba melewati gerbang itu, hanya tiga orang yang mampu menembusnya,  Naia  salah satunya.

Dalam perjalanannya itu, sang putrid dibantu oleh empat sahabat yang begitu setia. Makhluk perkasa dari dunia kegelapan, Davagni, ia adalah seorang panglima tangguh. Tezza Alnurin, pengawal setia yang selalu siap sedia Gada Geledek sebagai senjata pusakanya. Tokoh yang ketiga adalah kesatria yang diam-diam menaruh hati pada si putri cantik., Fares Faradan. Dan seorang tokoh unik, Ramir Rahtari, penafsir mimpi yang memelihara seekor kucing, Toulip.

Diluar isi cerita, tata letak huruf yang begitu rapat dan mungil membuat mata saya (pembaca) cukup lelah. Namun, di halaman belakang buku, terdapat glossarium yang memudahkan kita untuk memahami tokoh dan nama tempat. Secara keseluruhan, karya perdana R.D Villam ini cukup berhasil membuat saya lebih tertarik akan novel-novel bergenre fantasi karya penulis lokal. Sangat patut dibaca untuk menyelami sejarah tanpa rasa bosan.

Today's Poem

The Pavement 

Straight—stony—stormy—
Windy—wavy—weary—
Heavy—foamy
Flowery—nasty
Blissful—tearful
Delightful—hateful

Though, I must reach the final lap.

"Alf"





BERITA

PENGUMUMAN

ARTIKEL