• (0281) 636751,630463,634424 ext.137
  • sastra@ump.ac.id
  • Jalan Raya Dukuhwaluh P.O. BOX 202
    Kembaran, Banyumas

Berita

Berita (17)

3 Dosen Fakultas Sastra Siap Melayani Publik

09 December 2017 by 0 Comment Berita 11173 Views

Sabtu (9/12), tiga dosen Fakultas Sastra mengikuti ujian kompetensi penerjemah yang diadakan oleh Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI), yang disebut sebagai Tes Seleksi Nasional (TSN) 2017. Condro Nur Alim, Khristianto dan Bustanuddin As-Suaidy mencoba mendapatkan sertifikasi profesi sebagai praktisi penerjemah yang diakui oleh asosiasi nasional tersebut. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari aktivitas Program Unggulan Prodi, yang target utamanya adalah aktivasi kegiatan Biro Penerjemahan dan Klinik Bahasa di Fakultas Sastra, UMP. Harapannya dengan sertifikasi profesi tersebut, biro tersebut dapat melakukan promosi dan layanan dengan lebih percaya diri dan lebih dapat diandalkan oleh masyarakat, karena personal yang ada di dalamnya sudah memiliki kompetensi penerjemah yang telah dilegitimasi oleh lembaga yang paling berwenang.

TSN dilaksanakan di Jakarta Selatan di Kompleks Permata Hijau, Senayan. Pesertanya adalah para penerjemah di seluruh Indonesia—walaupun yang paling mendominasi adalah mereka yang berdomisili di Jakarta. Banyak juga peserta yang mengambil ujian TSN Inggris-Indonesia, yang ternyata tidak memiliki latar belakang pendidikan yang linear. Kami disambut dengan ramah oleh para pengurus HPI. Petugas pun menyapa akrab, meski mereka baru mengenal kami melalui komunikasi surat elektronik. Seusai menikmati kudapan pagi, para peserta pun mendapat pengarahan singkat tentang tata cara ujian, dan kemudian kami digiring untuk masuk ruang ujian pagi itu—ada 5 ruang yang dipakai karena peserta begitu banyak jumlahnya. Hal yang sangat dimaklumi karena TSN memang diadakan sekali setahun.

Kami masuk ruang ujian yang berisi boot-boot komputer. Jumlahnya 20 sesuai dengan jumlah peserta. Peserta tidak boleh membawa perangkat elektronik dan gawai apa pun. Kami hanya diperkenankan menggunakan alat bantu yang bersifat fisik, kamus dan referensi non-digital. Yang lebih unik adalah larangan keras menuliskan nama diri di mana pun, di soal, di lembar kerja MS Word, atau pun di nama file. Identitas kami hanya tampak dari no ujian. Ruangnya nyaman, terang benderang, dan cukup berjarak meminimalkan kemungkinan peserta untuk berbuat curang. Pengawas ujian pun aktif berkeliling dari boot ke boot.

Peserta harus mengerjakan 3 jenis soal dalam 180 menit atau 3 jam. Soal tentang kode etik sebagai penerjemah Indonesia, soal wajib dan soal pilihan—ada dua teks dan peserta boleh memilih salah satu. Soal kode etik berupa soal esai berupa situasi yang mungkin dihadapi penerjemah di lapangan. Situasi yang memaksa penerjemah harus memilih antara profesionalisme sebagai pekerja layanan dan pilihan etika karena isi teks yang diterjemahkan mengandung ancaman keselamatan bangsa. Soal kedua adalah teks yang harus dikerjakan oleh semua peserta dengan panjang sekitar 600-an kata. Teks tersebut dikutip dari laman web PBB—tentang perburuhan anak. Sementara soal pilihan berupa dua teks: 1) teks pertama adalah teks tentang perkembangan aplikasi berbasis android untuk mengatasi persoalan transportasi di Afrika—mengingatkan kita pada Go-Jek, 2) teks kedua adalah teks tentang seoarang wartawan juru foto dari Amerika yang mencoba memahami Amerika pasca 11/9 dengan persepktif baru. Saya sendiri memilih teks yang kedua, karena berita itu kental dengan nuansa sastra layaknya berita fitur.

Dari gelagatnya, hampir semua peserta berhasil menyelesiakan pada dua jam pertama. Saya pun demikian. Sebagai jeda pribadi, dan menjaga jarak dari teks sebelum melakukan review, saya pun memohon izin ke kamar kecil. Saya membaca ulang petunjuk soal (brief) sekali lagi sebelum melakukan pembacaan ulang pada teks terjemahan. Ternyata tidak lama, antara 10-15 menit, ulasan teks selesai dilakukan. Saya pun menekan tombol simpan berulang-ulang untuk memastikan file terjemahan aman tersimpan—baik naskah yang di PC atau pun yang disimpan di flashdrive. Petugas mengingatkan untuk memastikan file saya untuk dimasukan dalam satu folder dengan label yang sudah ditentukan. Begitu pun kita harus menamai tiap bagian dengan “TEKS WAJIB” dan “TEKS PILIHAN” sesuai dengan soal yang dikerjakan.

Setelah memastikan semuanya sudah oke, saya pun berkemas memasukan soal dan flashdrive ke dalam amplop ujian, menutup layar, dan berpamitan. Mengambil jaket dan tas yang dikumpulkan di depan ruang ujian, kemudian mengambil air hangat dari dispenser di luar ruang ujian. Sambil menunggu teman yang masih kutak-katik mengerjakan—saya yakin ia pun hampir selesai. Oh, saya harus ambil gambar untuk laporan dan berita. Setelah meminta izin, saya pun mengambil 3 foto situasi ujian TSN dengan fokus pada rekan tersebut. Beres.

Kami cukup lega, karena panitia ternyata juga menyediakan makan siang. Apalagi berupa nasi kotak, yang bisa kami bawa sambil mengejar kereta setengah dua. Tetapi kami luluh oleh keramahan para senior di HPI. Kami pun bersantap siang dengan ditemani obrolan santai dengan Bapak tambun yang praktisi fotografi sangat senior—foto-fotonya sudah biasa nampang melalui kantor berita Reuters dan AFC. “Orang daerah”, ia bersoloroh, “Daerah Istimewa Yogyakarta.” Aku ketawa ringan dengan kelucuan si tambun. Namanya Mas Mikhael Onny Setiawan, divisi Publikasi dan Dokumentasi HPI. Seperti tugas wajibnya, ia selalu menyapa orang yang baru masuk dan mempersilakan mereka untuk mengambil makanan dan minuman, “Silakan, ambil makanan di sana dan minumannya. Makan bisa di sini atau di lantai 2. Yang punya acara boleh dibawa pulang. Kami pun menyediakan plastik agar mudah dibawa”. Mantra itu terucap berulang-ulang menyelingi obrolan Mas Miko yang penuh canda dan sangat akrab.

Selesai makan siang, kami pun memesan mobil, meskipun kendaraan roda dua menjadi pilihan yang logis untuk mengejar waktu. Hujan di luar memaksa kami pada satu pilihan Go-Car. Lebih parah lagi, pengemudinya ibu-ibu yang normalnya sudah punya cucu. Dan si ibu ini begitu pendiam—mengingatkan saya pada pengemudi Go-Car di Bali yang sangat ramah meski terlihat begitu lelah. Kami pun melaju di jalanan ibu kota yang macet dalam suasana lengang dan penuh kegelisahan. Kereta setengah dua tidak terkejar. Tetapi banyak pilihan lain kalau sekedar untuk pulang. Yang penting kami sudah berhasil mengikuti ujian TSN 2017 yang hanya setahun sekali itu.

Kami berharap nama-nama kami terpampang sebagai penerjemah yang disahkan praktiknya oleh HPI. Dan kami siap melayani rekan, teman sejawat, kenalan, dan klien dari mana pun melalui lembaga kami, Biro Penerjemahan dan Klinik Bahasa, dengan sekretariat di Fakultas Sastra, UMP. Hubungi 0856-4353-4732 (WA) untuk mendapatkan respon cepat untuk layanan mumpuni di bidang penerjemahan dan komoditas bahasa (iklan, brosur, banner dan lain-lain). (Kris/rp)

Read more...

GSS Raih Juara dua di Art Vaganza Politeknik Keuangan Negara STAN

28 November 2017 by 0 Comment Berita 1008 Views
Administrator

Written by

Kelompok paduan suara Gema Surya Suara (GSS) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menoreh prestasi dengan menjadi juara dua pada kompetisi paduan suara Art Vaganza di Politeknik Keuangan Negara STAN, Tangerang Selatan.  GSS membawakan 2 buah lagu wajib Jingle Pajak dan Lagu pilihan Jaranan.

 “Lagu jaranan kami pilih karena beberapa alasan yaitu karena lagu tersebut ialah lagu daerah Jawa Tengah, selanjutnya lagu tersebut bukanlah lagu yang mudah dan menantang untuk kami. Akhirnya kami pilih jaranan dan diulik serta diaransemen ulang menjadi aransemen yang keren,” ungkap Afid Gama Kurniawan Ketua GSS saat dihubungi, pada Selasa (28/11/2017). 

Kostum dikenakan dalam lomba menggunakan pakaian khas Banyumasan warna oranye dengan menggunakan Properti Kuda Kepang atau biasa disebut Jaranan.

“Dari hal tersebut kami percaya aransemen dan koreografinya dapat dijadikan andalan melawan peserta lainnya dan kemudian kami bawakan ke Lomba Art Vaganza itu,” katanya.

Afid mengatakan, lawan beberapa kompetitor cukup sulit, yakni UNJ, UI, ITI, UHAMKA, dan STAN. Menurutnya, kemenangan GSS UMP diraih karena berbeda dengan yang lain.

“Kami rajin latihan, dan ketika lomba akan berlangsung kami latihan rutin dalam 3 minggu dan 1 minggu latihan intensif,” kata Afid.

Afid menambahkan, GSS UMP memiliki komposisi suara yang proporsional dan seimbang dengan jumlah tenor, bass, sophran, dan alto. Dari paparannya, Afid mengatakan kemenangan yang diraih selain merasa senang dan bangga, GSS UMP juga semakin percaya diri untuk mengikuti kompetisi bergengsi lain. “GSS UMP memang meiliki daya saing yang cukup tinggi terbukti dengan prestasi juara di STAN untuk melawan kompetitor kompetitor lain. Kemanangan yang kami raih juga merupakan campur tangan coach kami yaitu Bambang Waluyo S.Pd yang telah membimbing kami dan menjadikan kami bisa,” ungkapnya.

Ketua GSS mengajak seluruh mahasiswa UMP untuk bergabung bersama GSS untuk mengikuti latihan rutin GSS di setiap Selasa malam di Loby Rektorat. “Kita latihan supaya mahasiswa yang ingin ikut bisa menambah komposisi suara di GSS. Bisa cepat diolah dalam Paduan Suara Gema Surya Suara Universitas Muhammadiyah Purwokerto,” pungkasnya.

Read more...

REVIEW BUKU | AKKADIA : GERBANG SUNGAI TIGRIS Oleh Annisa Laila Cahyani

28 November 2017 by 0 Comment Berita 5533 Views
Administrator

Written by

REVIEW BUKU

AKKADIA: GERBANG SUNGAI TIGRIS

Karya: R.D Villam

Oleh: Annisa Laila Cahyani

 

Akkadia: Gerbang Sungai Tigris. Sebuah novel kombinasi antara sejarah dengan fantasi, dibumbui dengan kisah persahabatan, perjuangan dan tentu saja cinta. Plot dalam novel ini, begitu tak tertebak. Sulit untuk memilih tokoh yang harus kita dukung  atau justru kita benci.

Latar novel ini adalah Mesopotamia abad 24 SM, yaitu zaman yang memang sarat dengan perang, perebutan wilayah dan kekerasan sebagai sarana masing-masing suku untuk memperluas wilayah dan meningkatkan kemakmuran. Sebagian tokoh dan tempat dalam novel ini juga benar-benar ada, seperti Raja Sargon, penguasa Akkadia (2360 -2279 SM). Menunjukkan riset yang cukup teliti dan rigid untuk menunjang jalinan cerita agar narasi yang ada seolah sejarah yang riil, bukan sekedar rekaan pengarang. Meski tidak sepenuhnya “unik”, AGST terasa  lebih “hidup” sebagai fakta sejarah. Novel ini sangat kental dengan dan dikenal masyarakat luas karena nuansa Timur Tengah yang disajikan dengan segala detil dan sangat vibrant.

Inti cerita novel ini adalah balas dendam seorang putri Kerajaan Kazalla, Naia Kashavi, untuk melawan pasukan Akkadia yang telah membunuh keluarganya dan meluluh-lantakan negerinya. Untuk melindungi rakyatnya, ia harus memasuki Wilayah Elam yang dikelilingi parit besar nan penuh mara bahaya, Sungai Tigris. Selain itu, wilayah  tersebut juga dilindungi oleh gerbang gaib. Dari sekian banyak orang yang mencoba melewati gerbang itu, hanya tiga orang yang mampu menembusnya,  Naia  salah satunya.

Dalam perjalanannya itu, sang putrid dibantu oleh empat sahabat yang begitu setia. Makhluk perkasa dari dunia kegelapan, Davagni, ia adalah seorang panglima tangguh. Tezza Alnurin, pengawal setia yang selalu siap sedia Gada Geledek sebagai senjata pusakanya. Tokoh yang ketiga adalah kesatria yang diam-diam menaruh hati pada si putri cantik., Fares Faradan. Dan seorang tokoh unik, Ramir Rahtari, penafsir mimpi yang memelihara seekor kucing, Toulip.

Diluar isi cerita, tata letak huruf yang begitu rapat dan mungil membuat mata saya (pembaca) cukup lelah. Namun, di halaman belakang buku, terdapat glossarium yang memudahkan kita untuk memahami tokoh dan nama tempat. Secara keseluruhan, karya perdana R.D Villam ini cukup berhasil membuat saya lebih tertarik akan novel-novel bergenre fantasi karya penulis lokal. Sangat patut dibaca untuk menyelami sejarah tanpa rasa bosan.

Read more...

Fakultas Sastra UMP Pelopori Penguasaan Bahasa Inggris dengan Meningkatkan Minat Membaca

16 November 2017 by 0 Comment Berita 6732 Views
Administrator

Written by

Bahasa Inggris yang telah ditetapkan sebagai alat komunikasi internasional mengupayakan untuk setiap individu menguasai bahasa tersebut. Senada dengan upaya yang telah dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto melalui Fakultas Sastra  dengan menyelenggarakan Studium  General bertema “Building English Skill Through Literary Works” pada 16 November 2017. Bertempat di Aula AK Anshori UMP turut hadir Assoc. Prof.Adrian Rodgers Ph.D. dari Ohio State University yang merupakan Director the US Indonesian Education Consortium.

Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Dr. Syamsuhadi Irsyad M.H., bahwa studium general ini sebagai upaya UMP untuk mengajak mahasiswa UMP dan siswa sekolah untuk termotivasi menguasai bahasa Inggris. “Penguasaan tersebut dapat membiasakan dengan membaca teks berbahasa Inggris dan menerapkan percakapan berbahasa Inggris,” pungkasnya. Menurutnya, dengan kondisi minat membaca yang rendah, maka tuntutan penguasaan bahasa asing dapat menjadi celah untuk meningkatkan minat meambaca.

Kesempatan kali ini Assoc. Prof.Adrian Rodgers Ph.D, ia menjabarkan bahwa kondisi masyarakat yang masih minim penguasaan bahasa inggris bukan sebagai hambatan untuk mengaplikasikan bahasa ini. Menurutnya banyak model pengaplikasian bahasa inggris untuk melatih kemampuan berkomunikasi dengan bahasa ini. “Kita bisa menggunakan karya sastra Inggris dalam bentuk  tulisan, rekaman, bahkan  percakapan yang ada di film,” pungkasnya.

Assoc. Prof.Adrian Rodgers Ph.D, juga mengajak 250 audiens untuk praktik langsung dalam ruangan. Audiens dibagi menjadi beberapa grup diskusi yang terdiri dari 5 orang dan mempelajari ekspresi serta dituangkan kedalam bahasa Inggris semampu kita. Hal tersebut juga sebagai model pembelajaran efektif untuk meningkatkan skill  komunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Peserta antusias dengan studium general yang diadakan oleh Fakultas Sastra UMP. Menurut Salah satu siswa dari SMA Diponegoro 1 Purwokerto mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai kesempatan emasnya mengasah skill bahasa Inggris.  “So far senang sekali bisa diundang kesini dan mendapatkan teknik belajar yang baru dan menyenangkan semoga kapan kapan bisa diadakan lagi,”  jelasnya.

Read more...

Ratusan Pendekar Tapak Suci ‘Unjuk Gigi’ di Kejurwil UMP Cup VII

08 November 2017 by 0 Comment Berita 896 Views
Administrator

Written by

Kejurwil Tapak Suci UMP Cup VII Tingkat Usia Dini dan Remaja se Jawa Tengah digelar di Audit Ukuwah Islamiyah, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah.

Ratusan pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah ini berasal dari berbagai daerah.Kejuaraan berlangsung mulai tanggal 5 hingga 7 November 2017 dengan mengangkat tema Bersama Tapak Suci Kita Wujujkan Generasi Pesilat yang Tangguh dan Berprestasi.

Kejuaraan dibuka langsung secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)  Dr H Syamsuhadi Irsyad M.H. di gedung Auditorium Ukuwah Islamiyah UMP, Senin (7/11/2017) siang.

“Pada hari yang berbahagia ini, saya selaku Rektor UMP menyampaikan selamat datang kepada peserta Kejuaran wilayah Tapak Suci UMP CUP U 12 dan U 17. Purbalingga, Banyumas, Klaten, Blora, Sragen, Cilacap, Kebumen, Wonosobo, Semarang dan Sukoharjo,” kata rektor UMP Dr H Syamsuhadi Irsyad M.H.  dalam sambutan pembukaan Kejurwil Tapak suci UMP Cup VII.

Rektor mengatakan, Kejuaran Tapak Suci merupakan kegiatan yang positif. menurutnya Tapak Suci bagian dari sebuah seni bela diri sebagai budaya luhur bangsa merupakan bentuk khas beladiri bangsa.

“Tapak suci pada hakikatnya merupakan usaha budidaya bangsa Indonesia yang didalamnya selain mengandung unsur beladiri, terdapat juga unsur-unsur lain seperti olahraga, seni, mental spritual, sebagai satu kesatuan yang padu,” ujarnya.

Sejarah bahwa perguruan Tapak Suci telah berkembang menjadi pelopor bagi perkembangan pencak silat modern yang metodis dinamis, sehingga sering mengukir prestasi dalam even kompetisi nasional maupun internasional.

“Saya harapkan, bahwa gerakan tapak suci yang dulu dapat dibuat sesuai dengan cita-cita Muhammadiyah sudah,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Panitia Kejurwil Tapak Suci UMP Cup VII tingkat usia dini dan remaja se Jawa Tengah, Dwi Puji Lestari berharap kegiatan kejurwil UMP Cup bisa menjadikan pesilat yang berprestasi.  “Alhamdulilah peserta pada kejuaraan ini total ada 435 peserta dari Remaja 208 peserta dan Usia dini 227 peserta,” katanya.

Read more...

KAJIAN PEMUDA UNTUK GERAKAN MENDUNIA

06 November 2017 by 0 Comment Berita 1007 Views
Administrator

Written by

Civitas Akademika sebagai kaum muda Muhammadiyah memiliki peran penting untuk kemajuan generasikedepan. Dengan demikian Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI)  Bidang Pengkajian & Publikasi bekerjasama dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)se Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)dan PESMAKA KH. Abu Dardiri  menyelenggarakan Kajian Islam Tematik untuk mahasiswa baru bertajuk“Peran Kaum Muda untuk Gerakan Kemanusiaan”.

Acara dilaksanakan di Auditorium Ukhuwah Islamiyah dengan mengundang pemateri  M. Abdoel Malik R yang merupakan Anggota Tim Muhammadiyah ‘Aid (Aliansi Kemanusiaan Indonesia) dan Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah.

Dalam penyampaiannya, Abdoel Malik mengatakan peran kaum muda untuk gerakan kemanusiaan sangatlah dibutuhkan. Diantara untukmempelajari dan mengetahui ilmu agama Islam. “Telah disebutkan dalam ayat suci al Qur’an,terlebih pemuda di Perguruan tinggi, khususnya civitas akademika UMP merupakan kaum muda yang terdidik,” paparnya.

Menurutnya, pemuda bisa melakukan banyak hal ketika pemuda itu memiliki jatidiri yang kuat. “Jatidiri pemuda yang kuat bisa dinilai ketika pemuda tersebut memiliki akhlak, ikhsan, iman dan cakap,” tandasnya.

Lebih lanjut Abdoel Malikmenjelaskan, cendekiawan muda pada dasarnya sudah memiliki jatidiri yang kuat namun mahasiswa jaman sekarang sering tidak mengeluarkan sensing nya untuk melaksanakan perannya dan hasil akhirnya jadi useless. “Mereka paham apa yang harus mereka lakukan, namun gerakan mereka dengan adanya teknologi smart, masyarakatnya malah tidak menjadi demikian, kepekaan menjadi kurang. Hanya melihat mendengar, tahu namun tidak melakukan aksi,” tambahnya.

Read more...

Gelar Sosialisasi PKM, Mantapkan Persiapan PKM 2017

11 October 2017 by 0 Comment Berita 4284 Views
Administrator

Written by

Rabu, 11 Oktober 2017. Pembekalan PKM dilaksanakan di fakultas sastra dengan Pembicara bapak Khristianto, S.S.,M.Hum., salah satu dosen di Fakultas Sastra. Pembekalan pkm ini dilaksanakan dengan harapan bisa meningkatkan pemahaman dan keinginan mahasiswa sastra dalam menulis proposal yang akan mereka usulkan di tahun 2017 ini agar nantinya bisa lolos dan didanai dikti di tahun 2018. 

UMP saat ini sedang giat giatnya dalam mensosialisasikan pkm di kalangam mahasiswa, dengan target lebih banyak lagi proposal yang  lolos ke pimnas di tahun 2018. Oleh karena itu, pembekalan di tingkat fakultas sangat dibutuhkan untuk lebih intens lagi dalam mendampingi mahasiswa di tingkat fakultas. 

Peserta pembekalan ini adalah mahasiswa dana mahasiswi semester 1, 3 dan 5. Harapannya setelah mengikuti pembekalan ini, akan muncul ide-ide kreatif dari mahasiswa yang nantinya akan mereka tuangkan dalam 10 lembar proposal PKM.

Read more...

Berkemajuan, UMP Penelitian Lewat Online

11 October 2017 by 0 Comment Berita 384 Views
Administrator

Written by

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) terus melakukan berbagai inovasi dibidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Menyadari perkembangan teknologi yang semakin maju, LPPM UMP melalui media onlinetelah memiliki program litmas.ump.ac.id untuk memudahkan para dosen untuk melakukan penelitian.

“Seiring dengan kemajuan teknologi segala proses pengunggahan proposal akan dimaksimalkan dengan system online bukan dalam bentuk fisik lagi,” kata Ketua LPPM UMP Dr. Suwarnodi Ruang Sidang Kantor Pusat Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Selasa (11/10/2017).

Ia mengungkapkan, sosialisasi kebijakan akan diterapkan pada tahun ajaran 2017/2018 untuk memberikan pemahaman tentang teknis pelaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat bagi dosen di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. “Acara ini telah secara rutin dilaksanakan oleh LPPM. Dengan dipermudahnya sistematika untuk dosen mengajukan proposal penelitian, diharapkan akan lebih banyak lagi proposal yang masuk sehingga penelitian di UMP akan makin kuat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dr Suwarno yang juga menjadi pembicara dalam acaratersebut mengatakan, penelitian dalam kancah perguruan tinggi telahmenjadi bahan persaingan yang utama. “Dengan penelitian akan mengembangkan perguruan tinggi menjadi lebih maju dan menentukan dalam akreditasi perguruan tinggi,” tandasnya.

Read more...

Keren, Naik Garuda Indonesia Civitas UMP dan Keluarga dapat Diskon hingga 25 %

25 October 2017 by 0 Comment Berita 521 Views
Administrator

Written by

Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memberikan potongan harga tiket 25 persen kepada segenap Civitas Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan keluarga. Hanya dengan menunjukan kartu tanda mahasiswa UMP dan menyebutkan kode UMP saat melakukan pembelian tiket di kantor penjualan Garuda Indonesia terdekat bisa langsung mendapatkan potongan hingga 25 persen.

"Bagi segenap civitas akademika yang ingin memanfaatkan fasilitas ini, silakan datang ke kantor penjualan Garuda Indonesia terdekat. Caranya dengan menunjukkan kartu tanda mahasiswa UMP, dan menyebutkan kode UMPP," kata Selamet Eko Budi Santoso, M. Si., Kepala urusan dalam Negeri UMP, Rabu (25/10/2017).

Dijelaskan, diskon tersebut diberikan sejak 1 September 2017 hingga 30 April 2018.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan menjelaskan fasilitas diskon tersebut sudah bisa dipergunakan dengan menyebut kode promonya.

"Garuda Indonesia melakukan penandatanganan kerja sama corporate sales dengan 17 institusi pendidikan sebagai upaya mengapresiasi dunia pendidikan dan menjembatani kebutuhan transportasi udara bagi pengajar dan siswa," katanya.

Garuda Indonesia menandatangai nota kesepahaman dengan 17 perguruan tinggi dan swasta Indonesia disaksikan oleh Direktur Pendidik dan Pendidikan Dirjen Pendidikan Nasional Supriyadi Rustaf di Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Cengkareng.

Melalui kerja sama tersebut, maka Garuda Indonesia menjadi penerbangan resmi bagi institusi-institusi pendidikan tersebut, dan mahasiswa serta pelajar dari institusi pendidikan tersebut akan mendapatkan potongan harga tiket penerbangan hingga 25 persen dan tambahan bagasi sebanyak 10 kg. 

Selain itu, para pengajar dan staf dari institusi perguruan tersebut serta orang tua pendamping juga akan mendapatkan potongan harga menarik ketika terbang dengan Garuda Indonesia. 

Penerbangan tersebut meliputi rute domestik maupun internasional, baik perjalanan kedinasan maupun perjalanan wisata. 

"Upaya ini juga untuk meningkatkan loyalitas perguruan tinggi di Indonesia kepada Garuda sehingga pangsa pasar korporat Garuda semakin meningkat," tambah Elisa.

Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan Kerjasama dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (BPK & AIK) UMP Dr. Jebul Suroso S.Kep., M.Kep., menyambut baik kerjasama tersebut.

“Dengan kerjasama ini, para mahasiswa beserta tamu undangan, staf dan pengajar beserta keluarga mereka akan mendapat kemudahan ketika terbang dengan Garuda Indonesia,” pungkasnya.

Read more...
Page 1 of 2

Today's Poem

The Pavement 

Straight—stony—stormy—
Windy—wavy—weary—
Heavy—foamy
Flowery—nasty
Blissful—tearful
Delightful—hateful

Though, I must reach the final lap.

"Alf"





BERITA

PENGUMUMAN

ARTIKEL