• (0281) 636751,630463,634424 ext.137
  • sastra@ump.ac.id
  • Jalan Raya Dukuhwaluh P.O. BOX 202
    Kembaran, Banyumas

Gelar Sosialisasi PKM, Mantapkan Persiapan PKM 2017

11 October 2017 by 0 Comment Berita 4305 Views
Administrator

Written by

Rabu, 11 Oktober 2017. Pembekalan PKM dilaksanakan di fakultas sastra dengan Pembicara bapak Khristianto, S.S.,M.Hum., salah satu dosen di Fakultas Sastra. Pembekalan pkm ini dilaksanakan dengan harapan bisa meningkatkan pemahaman dan keinginan mahasiswa sastra dalam menulis proposal yang akan mereka usulkan di tahun 2017 ini agar nantinya bisa lolos dan didanai dikti di tahun 2018. 

UMP saat ini sedang giat giatnya dalam mensosialisasikan pkm di kalangam mahasiswa, dengan target lebih banyak lagi proposal yang  lolos ke pimnas di tahun 2018. Oleh karena itu, pembekalan di tingkat fakultas sangat dibutuhkan untuk lebih intens lagi dalam mendampingi mahasiswa di tingkat fakultas. 

Peserta pembekalan ini adalah mahasiswa dana mahasiswi semester 1, 3 dan 5. Harapannya setelah mengikuti pembekalan ini, akan muncul ide-ide kreatif dari mahasiswa yang nantinya akan mereka tuangkan dalam 10 lembar proposal PKM.

Read more...

Berkemajuan, UMP Penelitian Lewat Online

11 October 2017 by 0 Comment Berita 399 Views
Administrator

Written by

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) terus melakukan berbagai inovasi dibidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Menyadari perkembangan teknologi yang semakin maju, LPPM UMP melalui media onlinetelah memiliki program litmas.ump.ac.id untuk memudahkan para dosen untuk melakukan penelitian.

“Seiring dengan kemajuan teknologi segala proses pengunggahan proposal akan dimaksimalkan dengan system online bukan dalam bentuk fisik lagi,” kata Ketua LPPM UMP Dr. Suwarnodi Ruang Sidang Kantor Pusat Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Selasa (11/10/2017).

Ia mengungkapkan, sosialisasi kebijakan akan diterapkan pada tahun ajaran 2017/2018 untuk memberikan pemahaman tentang teknis pelaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat bagi dosen di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. “Acara ini telah secara rutin dilaksanakan oleh LPPM. Dengan dipermudahnya sistematika untuk dosen mengajukan proposal penelitian, diharapkan akan lebih banyak lagi proposal yang masuk sehingga penelitian di UMP akan makin kuat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dr Suwarno yang juga menjadi pembicara dalam acaratersebut mengatakan, penelitian dalam kancah perguruan tinggi telahmenjadi bahan persaingan yang utama. “Dengan penelitian akan mengembangkan perguruan tinggi menjadi lebih maju dan menentukan dalam akreditasi perguruan tinggi,” tandasnya.

Read more...

Keren, Naik Garuda Indonesia Civitas UMP dan Keluarga dapat Diskon hingga 25 %

25 October 2017 by 0 Comment Berita 536 Views
Administrator

Written by

Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memberikan potongan harga tiket 25 persen kepada segenap Civitas Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan keluarga. Hanya dengan menunjukan kartu tanda mahasiswa UMP dan menyebutkan kode UMP saat melakukan pembelian tiket di kantor penjualan Garuda Indonesia terdekat bisa langsung mendapatkan potongan hingga 25 persen.

"Bagi segenap civitas akademika yang ingin memanfaatkan fasilitas ini, silakan datang ke kantor penjualan Garuda Indonesia terdekat. Caranya dengan menunjukkan kartu tanda mahasiswa UMP, dan menyebutkan kode UMPP," kata Selamet Eko Budi Santoso, M. Si., Kepala urusan dalam Negeri UMP, Rabu (25/10/2017).

Dijelaskan, diskon tersebut diberikan sejak 1 September 2017 hingga 30 April 2018.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan menjelaskan fasilitas diskon tersebut sudah bisa dipergunakan dengan menyebut kode promonya.

"Garuda Indonesia melakukan penandatanganan kerja sama corporate sales dengan 17 institusi pendidikan sebagai upaya mengapresiasi dunia pendidikan dan menjembatani kebutuhan transportasi udara bagi pengajar dan siswa," katanya.

Garuda Indonesia menandatangai nota kesepahaman dengan 17 perguruan tinggi dan swasta Indonesia disaksikan oleh Direktur Pendidik dan Pendidikan Dirjen Pendidikan Nasional Supriyadi Rustaf di Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Cengkareng.

Melalui kerja sama tersebut, maka Garuda Indonesia menjadi penerbangan resmi bagi institusi-institusi pendidikan tersebut, dan mahasiswa serta pelajar dari institusi pendidikan tersebut akan mendapatkan potongan harga tiket penerbangan hingga 25 persen dan tambahan bagasi sebanyak 10 kg. 

Selain itu, para pengajar dan staf dari institusi perguruan tersebut serta orang tua pendamping juga akan mendapatkan potongan harga menarik ketika terbang dengan Garuda Indonesia. 

Penerbangan tersebut meliputi rute domestik maupun internasional, baik perjalanan kedinasan maupun perjalanan wisata. 

"Upaya ini juga untuk meningkatkan loyalitas perguruan tinggi di Indonesia kepada Garuda sehingga pangsa pasar korporat Garuda semakin meningkat," tambah Elisa.

Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan Kerjasama dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (BPK & AIK) UMP Dr. Jebul Suroso S.Kep., M.Kep., menyambut baik kerjasama tersebut.

“Dengan kerjasama ini, para mahasiswa beserta tamu undangan, staf dan pengajar beserta keluarga mereka akan mendapat kemudahan ketika terbang dengan Garuda Indonesia,” pungkasnya.

Read more...

Semakin Berkemajuan, UMP Terapkan SINTA, Portal Kinerja Peneliti

25 October 2017 by 0 Comment Berita 469 Views
Administrator

Written by

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) menggelar sosialisasi sistem Science and Technology Index bernama nama "SINTA" di Ruang Sidang UMP, Rabu (25/10/2017).
 
SINTA adalah sebuah portal berisi pengukuran kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi kinerja peneliti/penulis/author, kinerja jurnal, kinerja institusi Iptek untuk mendorong budaya publikasi ilmiah.
 
“SINTA ini merupakan portal yang dikembangkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam rangka pengukuran kinerja Ilmu Pengetahuan danTeknologi yang meliputi antara lain kinerja dosen dan peneliti, kinerja jurnal, serta kinerja institusi,” kata Dr Sriyanto M.Pd. saat menyampaikan materi dalam sosialisasi tersebut.
 
Menurutnya, SINTA ini berbeda dengan sistem lain yang telah ada sebelumnya di Indonesia, SINTA memiliki fungsi relasi, sitasi, dan pengindex. “SINTA terdapat fungsi relasi, sitasi dan peng-index sementara yang lain hanya relasi dan sitasi saja, Sinta juga menggunakan sistem entry exit digital dan dikelola secara multisektor yang mempunyai tugas fungsi sinergis yakni Kemenristekdikti dan LIPI,” ujarnya.
 
Sistem ini juga akan menjadi bagian untuk mendorong kenaikan jabatan fungsional dosen dan juga peneliti.
 
Lebih lanjut Dr Sriyanto M.Pd.  mengemukakansebelum akun Sinta dibuat, beberapa persyaratan harus dipenuhi, diantaranya sudah memiliki akun Google Scholar, harus memiliki alamat email google, serta harus mengaktifkan email yang dibuat oleh institusi UMP
 
“Keuntungan memiliki akun Sinta oleh guru besar dan Lektor UMP, apabila memiliki akun Sinta, pelaporan dokumen penelitian selama 3 tahun terakhir sudah ter rekap dan terinci dengan baik,” kata Sriyanto.
 
Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh lektor dan guru besar yang ada di UMP berlangsung secara efektif, dikarenakan hampir seluruh peserta sosialisasi sudah memiliki akun dan media laptop masing-masing.

Read more...

7 Negara Terlibat dalam International Summer Course 2017 di UMP

30 October 2017 by 0 Comment Berita 932 Views
Administrator

Written by

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kampanyekan back to nature untuk memanfaatkan potensi alam sebagai alternatif pengobatan. Melalui kegiatan International Summer Course Program 2017 yang bertemakan “Indonesian Traditional (Herbal) Medicine and Cosmetics”, Kantor Urusan International UMP melibatkan peserta dari 7 negara untuk mengobservasi potensi pengobatan herbal di Banyumas  khususnya.

Bertepatan pada 30 Oktober 2017 di Depan Gedung Rektorat UMP kegiatan International Summer Course Program 2017 resmi dibuka. Ketujuh negara  yaitu Indonesia, Malaysia, Republik Ceko, Bulgaria, Turki, Vietnam, dan Kamboja akan mengikuti serangkaian kegiatan summer course mulai dari 30 Oktober – 12 November 2017. Hadir dalam pembukaan, Wakil Rektor 4 Bidang Pengembangan, Kerjasama, dan AIK UMP Dr. Ns. Jebul Suroso S.Kp., M. Kep., Kabid Kebudayaan Dinporabud Kabupaten Banyumas Diskart S. Djatmiko SH., M.Si., Kepala Kantor Urusan Internasional  Santhy Hawanti Ph.D., beserta jajarannya, dan Dekan Fakultas Pertanian Ir. Bambang Nugroho M.P., dan Ketua Prodi Teknik Kimia Haryanto Ph.D. serta beberapa dosen yang menjadi narasumber ahli dalam kegiatan ini.

Wakil Rektor 4 Bidang Pengembangan, Kerjasama, dan AIK UMP Dr. Ns. Jebul Suroso S.Kp., M. Kep., mengatakan bahwa UMP menjadi salah satu  Perguruan Tinggi di Indonesia yang berkesempatan untuk menyelenggarakan International Summer Course 2017 yang akan mengkaji tentang potensi pengobatan herbal di Indonesia. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kemristekdikti dan berkolaborasi dengan UII dengan menghadirkan narasumber dari Fakultas Farmasi UII. Peserta akan ditunjukkan proses budidaya tanaman herbal, pengolahannya hingga menjadi  obat dan kosmetik herbal.  

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menciptakan pengobatan herbal sebagai alternatif penyembuhan sebuah penyakit. Dan UMP sangat mendukung kegiatan seperti ini,” ungkapnya. Fakultas Pertanian UMP yang terkenal dengan organic plantationakan mengenalkan peserta tentang proses pembudidayaan tanaman herbal. Sementara narasumber dari Fakultas Farmasi akan mendisuksikan proses pengolahan dan pembuatan produk herbal, dan dari Fakultas Kedokteran akan meninjau dari aspek perkembangan herbal dalam dunia medis. Peserta juga akan di ajak untuk melakukan uji laboratorium di laboratorium UMP.

Banyaknya negara yang terlibat dalam International Summer Course 2017 juga sebagai  bentuk kampanye UMP sebagai  perguruan tinggi  Islam yang unggul, modern, dan Islami,  Hal tersebut karena, maraknya stigma negatif tentang Islam yang menggaungkan isu radikalisme. “Wawasan mahasiswa International akan terbuka dengan keramahan muslim yang ditunjukkan dari sikap civitas akademika UMP yang Islami,” tambahnya.

Seperti yang disampaikan oleh Kabid Kebudayaan Dinporabud Kabupaten Banyumas Diskart Djatmiko SH., M.Si., kegiatan International Summer Course Program 2017 di UMP sangat bagus untuk dikembangkan oleh perguruan tinggi lainnya. Hal tersebut karena program ini sebagai upaya memperkenalkan budaya dan potensi yang dimiliki Indonesia. Selain itu, dari segi pariwisata dapat mendongkrak ketertarikan wisatawan asing dan lokal untuk berkunjung dan menyambangi wilayah di Indonesia yang memilki potensi alam yang tinggi.

“Harapanya dengan diselenggarakan International Summer Course Program 2017 di UMP, potensi wisata dan kebudayaan khususnya di Purwokerto dapat disampaikan oleh peserta ketika kembali ke negaranya berasal,” ungkap Diskart S. Djatmiko SH., M.Si.,.

Salah satu peserta Lenka Rejzkova dari Charles University of Prague, antusias dengan kegiatan International Summer Course 2017 di UMP. Lenka sangat tertarik dengan dunia medis khusunya yang berhubungan dengan pengobatan herbal sebagai alternatif untuk penyembuhan.

Read more...

UMP Kenalkan Nilai-nilai Indonesia melalui International Summer Course 2017

31 October 2017 by 0 Comment Berita 1082 Views
Administrator

Written by

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) menggelar kegiatan kursus musim panas Internasional atau International Summer Course selama dua minggu dari 30 Oktober sampai 12 Nopember 2017.

Kegiatan International Summer Course kali ini mengambil tema kosmetik dan obat-obatan tradisional Indonesia. Tema tersebut sesuai langkah Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang telah menetapkan pengobatan tradisional dan juga kosmetik sebagai program unggulan utama di fakultas kedokteran, fakultas farmasi, dan fakultas Ilmu kesehatan.

International Summer Course itu sendiri diikuti oleh 13 mahasiswa asing dari enam negara yaitu Republik Ceko, Bulgaria, Turki, Kamboja, Vietnam dan Malaysia.

Wakil Rektor bidang pengembangan dan kerjasama UMP Dr. Ns. Jebul Suroso S.Kp., M. Kep., menjelaskan, ke-13 mahasiswa asing yang mengikuti kegiatan International Summer Course itu datang ke Purwokerto dengan biaya sendiri. "Karena mereka benar-benar ingin belajar mengenai kosmetik dan obat-obatan tradisional di Indonesia," terangnya seusai membuka acara, Senin (30/10/2017).

Selama di UMP, lanjutnya, para mahasiswa asing itu selain mendapatkan materi juga akan mengunjungi beberapa tempat seperti salah satunya pembuatan jamu tradisional.

Dia juga menambahkan, dengan keberadaan 13 mahasiswa asing tersebut di Purwokerto telah membuktikan bahwa di Indonesia adalah negara yang masyarakatnya sangat humanis, tidak seperti yang diberitakan media di negara-negara lain mengenai teroris dan radikalisme.

“Kita ingin tunjukkan betapa kita sangat ramah Indonesia, kemudian Purwokerto sangat ramah, mereka mungkin mengikuti pemberitaan tentang terorisme, tentang Islam yang radikal dan sebagainya, kita ingin tunjukkan kepada dunia bahwa di Purwokerto mereka sangat kita hargai, kita hormati dan ketemu dengan people yang sangat ramah berhubungan dengan mereka,” tandas Jebul Suroso.

Sementara itu salah satu peserta International Summer Course UMP 2017, Lenka Rejzkova, mahasiswi Universitas Charles Praha, Republik Ceko berharap bisa belajar banyak dari program UMP itu.

"Karena program ini merupakan kombinasi antara belajar budaya, bahasa, dan pengobatan tradisional. Kombinasi itu sangat unik. Dan satu kesempatan khusus untuk menggali seperti warisan peninggalan dan tidak hanya berharga bagi Indonesia tapi bagi dunia. Saya sangat senang bisa ditularkan ke mahasiswa internasional lainnya,” ujarnya.

Kegiatan UMP International Summer Course 2017 juga mendapat penghargaan dari Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas, Deskart Djatmiko yang hadir sebagai pemberi materi. "Melalui program UMP tersebut pola promosi pariwisata dan kebudayaan dapat dilakukan melalui mulut ke mulut atau mouth to mouth promotion ketika para mahasiswa asing tersebut berkunjung ke Banyumas," tuturnya.

Read more...

UMP Kenalkan Budaya Indonesia ke Mahasiswa Asing

07 November 2017 by 1 Comment Berita 7688 Views
Administrator

Written by

International Summer Course2017 untuk kesekian kalinya digelar oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) selama dua minggu dari 30 Oktober sampai 12 Nopember 2017.

International Summer Course ini diikuti oleh 13 mahasiswa asing dari enam negara yaitu Republik Ceko, Bulgaria, Turki, Kamboja, Vietnam dan Malaysia.

Kegiatan International Summer Course kali ini mengambil tema kosmetik dan obat-obatan tradisional Indonesia. Tema tersebut sesuai langkah Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang telah menetapkan pengobatan tradisional dan juga kosmetik sebagai program unggulan utama di fakultas kedokteran, fakultas farmasi, dan fakultas Ilmu kesehatan.

"Karena program ini merupakan kombinasi antara belajar budaya, bahasa, dan pengobatan tradisional. Kombinasi itu sangat unik. Dan satu kesempatan khusus untuk menggali seperti warisan peninggalan dan tidak hanya berharga bagi Indonesia tapi bagi dunia. Saya sangat senang bisa ditularkan ke mahasiswa internasional lainnya,” ujar Lenka Rejzkova, salah satu peserta International Summer Course UMP 2017.

Mahasiswi Universitas Charles Praha, Republik Ceko ini berharap bisa belajar banyak dari program UMP tersebut.

Sementara itu, Wakil Rektor 4 Bidang Pengembangan, Kerjasama, dan AIK UMP Dr. Ns. Jebul Suroso S.Kp., M. Kep., mengatakan bahwa UMP menjadi salah satu  Perguruan Tinggi di Indonesia yang berkesempatan untuk menyelenggarakan International Summer Course 2017.

Menurutnya acara tersebut akan mengkaji tentang potensi pengobatan herbal di Indonesia. “Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menciptakan pengobatan herbal sebagai alternatif penyembuhan sebuah penyakit. Dan UMP sangat mendukung kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Jebul mengungkapkan, banyaknya negara yang terlibat dalam International Summer Course 2017 juga sebagai  bentuk kampanye UMP sebagai  perguruan tinggi  Islam yang unggul, modern, dan Islami,  hal tersebut karena, maraknya stigma negatif tentang Islam yang menggaungkan isu radikalisme. “Wawasan mahasiswa International akan terbuka dengan keramahan muslim yang ditunjukkan dari sikap civitas akademika UMP yang Islami,” pungkasnya.

Read more...

Mahasiswa Asing Pelajari Pengobatan Tradisional Jamu di UMP

31 October 2017 by 0 Comment Berita 6638 Views
Administrator

Written by

Setelah sukses kenalkan industri batik pengolahan limbah pada International Project Based Learning belum lama ini, kini Kantor Urusan International Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menggelar program serupa yakni International Summer Course Program dengan tema “Indonesian Traditional (Herbal) Medicine and Cosmetics”.

Sedikitnya13 mahasiswa asing dari enam negara yaitu Republik Ceko, Bulgaria, Turki, Kamboja, Vietnam dan Malaysiamendalami pengobatan tradisional dan tanaman obat Indonesia serta belajar mengenal jamu sebagai obat herbal asli Indonesia, dalam program International Summer Course 2017, di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

“Pelajar asing dikenalkan tentang macam-macam obat asli traditional Indonesia. Seperti yang kita ketahui, kekayaan rempah-rempah yang dimiliki di Indonesia olahannya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dari penyakit seperti batuk hingga kanker. Mereka sangat terkesan dengan obat-obatan yang ada di Indonesia,” ujar Pinus Jumaryanto, Ph.D, Apt saat menyampaikan materi di Ruang Sidang UMP, Selasa (31/10/2017).

Selain mengenalkan Jamu, Pinus Jumaryanto, Ph.D, Apt dari Fakultas Farmasi Universitas Islam Indonesia juga memberikan resep dan cara membuat jamu khas Indonesia.

Ia menjelaskan cara membuat ramuan herbal untuk menyembuhkan sakit kepala, batuk, sakit perut dan lain-lain. “Walaupun banyak ramuan yang diciptakan di Indonesia seperti Jamu, tetapi telah ada standar yang menjaga kualitas obat herbal sehingga menjadi ‘Obat Herbal Terstandar’ jadi sudah jelas khasiatnya,” tandasnya.

Dari hasil pemantauan, banyak sekali diskusi interaktif antar peserta dan pembicara. Mereka memberikan contoh-contoh ramuan tradisional yang ada di negara mereka masing-masing dengan tanaman lokal yang ada di negaranya masing-masing.

Di luar negeri perkembangan teknologi telah menggeser ramuan tradisional dengan obat obat medis. Melalui ini diharapkan dapat membangun kembali manfaat obat tradisional bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di negara lainnya.

Read more...
Page 4 of 5

Today's Poem

The Pavement 

Straight—stony—stormy—
Windy—wavy—weary—
Heavy—foamy
Flowery—nasty
Blissful—tearful
Delightful—hateful

Though, I must reach the final lap.

"Alf"





BERITA

PENGUMUMAN

ARTIKEL