Profil Mahasiswa Berprestasi

Mahasiswa Berprestasi adalah mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tinggi, baik akademik maupun non akademik, mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, bersikap positif, serta berjiwa Pancasila.Pemilihan Mawapres ini akan terus ditingkatkan kualitasnya dalam rangka memberikan motivasi berprestasi di kalangan mahasiswa dan menciptakan budaya akademik yang baik. Selain itu, diharapkan proses pemilihan ini dapat diadopsi menjadi sebuah system pembinaan prestasi diperguruan tinggi.

Berikut Profil Mahasiswa Berprestasi Fakultas Sastra Universitas Muhammadiyah Purwokerto

previous arrow
next arrow
Slider

PRESS RELEASE SUPER CAMP PEMBEKALAN MAHASISWA BERPRESTASI (MAWAPRES)

PRESS RELEASE
SUPER CAMP PEMBEKALAN
MAHASISWA BERPRESTASI (MAWAPRES)
4-5 Rajab 1442H / 16-17 Februari 2021M

Seleksi Mahasiswa Berprestasi UMP tahun 2021 kembali bergulir. Mahasiswa terbaik dari berbagai Fakultas saling bersaing untuk menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama program sarjana dan diploma yang akan mewakili UMP dalam seleksi Mahasiswa Berprestasi tingkat Nasional. Pada kesempatan ini, Fakultas Sastra UMP mengirimkan 2 mahasiswanya untuk mengikuti seleksi pimapres ini. Kedua mahasiswa tersebut bernama  Luna Nur Lestari dan Yunda Astri Lestari yang merupakan mahasiswa semester 4. Seleksi Mahasiswa Berprestasi UMP ini diselenggarakan oleh Student Scientific Center (SSC) yang bekerja sama dengan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Pembekalan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) UMP yang bertajuk Super Camp ini diselenggarakan pada hari Selasa-Rabu tanggal 16-17 Februari 2021 dan berlokasi di Hotel Surya Yudha Purwokerto. Di hari pertama, acara dibuka langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Al Islam Kemuhammadiyahan UMP, Akhmad Darmawan, M.Si. dan dilanjutkan dengan Materi 1: Penjelasan Umum Pilmapres oleh Ragil Setyabudi, M.Kes. Kemudian setelah ishoma, acara dilanjut lagi dengan Materi 2: Penyusunan Naskah Gagasan Kreatif (Sarjana) dan Karya Unggulan (diploma) oleh Dr. Apt. Nunuk Aries Nurulita, M.Si., materi 3: Presentasi Efektif dan Pembuatan PPT oleh Dr. Ugung Dwi A.W., M.Si., dan Materi 4: Kerja Mandiri (Pembuatan Naskah Gagasan Kreatif (Sarjana), Karya Unggulan (Diploma)) dan Pendampingan

Pada hari kedua acara diawali dengan olahraga pagi serta team building. Setelah itu terdapat materi 5 yang disampaikan oleh Andri Hidayatullah, M.Pd. mengenai dinamika kelompok, kepemimpinan, dan berkomunikasi dengan bahasa inggris. Selanjutnya acara di tutup dengan materi 6 mengenai presentasi naskah gagasan kreatif (sarjana) dan gagasan unggulan (diploma) yang disampaikan oleh Dr. Apt. Nunuk Aries Nurulita, M.Si.  

Menurut penuturan Luna dan Yunda, hal yang harus mereka siapkan sebelum mengikuti kegiatan Super Camp ini adalah kesehatan fisik maupun mental. Karena acara ini adalah merupakan pengalaman baru bagi mereka. Mereka juga menambahkan bahwa mereka harus mempersiapkan dan mengembangkan gagasan kreatif yang telah mereka buat sebelumnya.

“Kesan saya selama mengikuti kegiatan supercamp adalah yang pertama kegiatan ini dapat menjadi motivasi untuk saya agar tidak hanya menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja, yang bagus ipknya tapi harus menjadi mahasiswa yang bisa keluar dari zona nyaman. Yang kedua, dengan adanya acara ini saya juga mendapatkan teman-teman baru dari berbagai fakultas sehingga dapat meningkatkan nilai sosial saya terhadap orang lain. Ketiga, kegiatan ini membuat saya membuka pikiran dan terakhir kegiatan ini sangat menambah pengalaman bagi saya.”, tutur Luna saat diwawancarai.

Menurut Yunda sendiri ia berpikir bahwa ia merasakan nervous atau gerogi sebelum mengikuti kegiatan ini, namun saat acara itu tiba, ternyata acaranya sangat seru dan menambah pengalaman baru bagi dirinya. (zaza)

Mahasiswa Sastra Inggris UMP Wujudkan Mimpi Keliling Dunia

Berkeliling dunia merupakan impian banyak orang. Apalagi bagi mereka yang memiliki kemampuan Bahasa asing mumpuni. Hal ini pula yang menjadi impian Mutohar Lutfi, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris semester 4, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, anak pasangan Imron Ruslani dan Siti Alfiatun ini. Terlahir dan besar di kota Banyumas yang memiliki budaya asli nan unik terbukti tidak menghalangi cita-cita dan kemampuan Lutfi, begitu ia dipanggil, untuk berkeliling dunia. Stigma masyarakat umum tentang orang Banyumas yang berbahasa ngapak mampu ia patahkan dengan kemahirannya dalam berbahasa Inggris dan pengalamannya berkeliling benua Asia. Tentu sebuah pengalaman yang luar biasa dan membanggakan.

Cita-cita untuk berkeliling dunia bermula dari pengalaman Lutfi bertemu dengan beberapa turis dari Korea Selatan yang berkunjung ke desanya, Para turis itu mengenalkan budaya dan bahasa mereka menggunakan bahasa inggris. Ia yang tidak mengerti bahasa Inggris merasa kagum dengan kemampuan para turis tersebut. Hingga akhirnya, kekaguman itu memotivasi dirinya untuk mempelajari dan menguasai bahasa Inggris agar bisa berkeliling dunia dan melakukan hal yang bermanfaat bagi banyak orang. Impian itu ia tanamkan betul pada dirinya sejak kecil. Sebuah impian besar yang sangat jarang dimiliki oleh anak-anak seusianya waktu itu.

                Berbekal motivasi dan kepercayaan diri yang tinggi serta dukungan dari orang tua, Lutfi terus berusaha meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya. Tidak hanya mengejar nilai terbaik dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, ia juga aktif mengikuti berbagai kompetitisi bahasa Inggris, Bahkan, ia seringkali bepergian ke tempat-tempat wisata untuk sekedar ingin bertemu dan berinteraksi dengan turis asing. Semua itu ia lakukan demi meningkatkan dan mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya serta demi mewujudkan cita-citanya untuk keliling dunia.

                Hal lain yang Lutfi lakukan adalah selalu menuliskan impiannya, termasuk impiannya untuk pergi ke luar negeri, mempunyai relasi dari berbagai negara dan melakukan kegiatan bermanfaat. Sempat putus asa dan hilang harapan bahkan ditertawakan, Lutfi tetap yakin bahwa perjuangan tidak akan mengkhianati hasil. Hingga pada saat setelah ia lulus dari SMA, ia mengikuti kegiatan sebagai sukarelawan di Asian Paragames 2018 di Jakarta. Dari situlah, Lutfi mulai memiliki banyak relasi yang membawanya bisa pergi ke luar negeri untuk pertama kalinya, yaitu ke kota Chengdu, di salah satu provinsi di barat daya Republik Rakyat Tiongkok. Di kota itu, Lufi tidak hanya melakukan wisata, namun juga melakukan kegiatan bermanfaat, yaitu menyemangati penyandang disabilitas.  

                Bulan Pebruari lalu, Lutfi baru saja menyelesaikan kegiatan keliling dunianya. Tepatnya pertengahan bulan Januari hingga pertengahan bulan Pebruari, ia mendapatkan kesempatan untuk menjadi duta salah satu point dari 17 pembangunan berkelanjutan yaitu kualitas pendidikan. Dalam program tersebut, ia mendapatkan peran untuk meningkatkan kualitas pendidikan bahasa Inggris pada anak-anak di kota New Taipei. Di sana, ia berpartner dengan berbagai relawan dari Australia, Yunani, Taiwan, Italia dan Belanda. Bersama- sama mereka membantu anak-anak di kota New Taipei untuk lebih semangat belajar bahasa Inggris.

                “Tidak ada yang tidak mungkin”, katanya tentang impian keliling dunia.

                “Saya sangat menyukai Bahasa Inggris dan dengannya berusaha menggapai impian untuk menjelajahi dunia. Tidak hanya untuk bersenang-senang, tetapi melakukan hal yang bermanfaat untuk orang lain. Dan saya sangat bersyukur telah bisa menggapainya. Bahkan, akan terus menggapai hingga semakin banyak hal baik yang saya lakukan”, katanya dengan penuh keyakinan. Ia juga yakin bahwa dengan belajar di Program Studi Sastra Inggris, UMP, kemampuan Bahasa Inggrisnya akan terus terasah dan kesempatan untuk keliling dunia semakin terbuka lebar. (*NurSas)  

Sejuknya Salju Sambut Mahasiswa Sastra Inggris Raih Mimpi di Tanah Mawar

Sejak pertama menjadi mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Amarizky Juansita, anak pasangan Lusiana Sri Mubiantini dan Mohamad Suprianto Adi Prayoga, menunjukkan prestasi yang gemilang. Tidak hanya  mahir berbahasa Inggris dan berprestasi akademik cemerlang,  Amar, begitu panggilan akrab gadis manis berkacamata ini, juga aktif di kegiatan BEM Fakultas Sastra. Untuk prestasinya itu, ia mendapatkan penghargaan dari Program Erasmus+ setelah mengikuti tes seleksi internal di fakultas. Program ini disponsori oleh Uni Eropa untuk membiayai program-program pendidikan, pelatihan, pemuda dan olahraga di Eropa. Program Erasmus+ yang diikuti Amar adalah program transfer kredit dengan mengikuti perkuliahan selama satu semester di Universitas Sofia, Bulgaria, yang juga dikenal sebagai Tanah Mawar (Land of Roses).

Ketika namanya disebut sebagai pemenang penerima beasiswa Program Erasmus+, Amar tidak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia tidak menduga bahwa impiannya untuk menjelajah dunia dapat diraihnya. Untuk itu, ia pun berterimakasih kepada pihak fakultas yang telah mendorongnya untuk optimis dan maju meraih mimpi sekaligus membesarkan nama almamater.

Rencananya, Amar akan mengikuti program tersebut selama satu semester, yaitu mulai bulan Pebruari sampai akhir Juli 2020. Di Universitas Sofia, ia akan mengikuti perkuliahan di Fakultas Ilmu Filologi Klasik dan Modern, Program Studi Inggris dan Amerika. Program Transfer Kredit yang diikutinya selanjutnya akan dikonversikan dengan mata kuliah yang ada di Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra, sehingga di semester selanjutnya, ia tidak akan mengambil lagi mata kuliah tersebut. Ia juga akan mengikuti beberapa kegiatan budaya baik yang diselenggarakan oleh KBRI di Bulgaria ataupun Perkumpulan Pelajar Erasmus di Kota Sofia. “Hal ini penting tentunya untuk menambah wawasan tentang budaya Asia dan Eropa, khususnya Bulgaria”, katanya.

Bulan Pebruari ini Amar telah memulai program tersebut. Kepada tim publikasi fakultas, ia menceritakan bahwa pertama kali kakinya menginjak Bulgaria, yang dirasakannya adalah sejuknya salju akhir musim dingin. Suhu sudah mulai menghangat, rata-rata di bawah 10⁰C. Sebagai mahasiswa asing dan spesial, ia mendapatkan fasilitas tinggal di asrama mahasiswa Erasmus yang berada di Studentski Grad Blok 8, Sofia. Setiap kamar dihuni oleh 2 mahasiswa. Asrama itu juga dilengkapi dengan minimarket, ruang baca, dapur khusus untuk mahasiswa Erasmus, dan ruang laundry.

Hampir sebulan menikmati tinggal di Tanah Mawar, Amar sudah memiliki kesan yang menakjubkan tentang program Erasmus, Uni Eropa, dan Bulgaria. “All about them is amazing. Kesempatan yang diberikan, pengetahuan dan pengalaman budaya yang sangat mengagumkan, dan pemandangan alam dan kota yang indah. Bulgaria is a worth place to visit!” katanya dengan penuh rasa bahagia.

Ia pun berharap bahwa program semacam ini akan terus berlangsung dan Fakultas Sastra akan terus mampu mendorong para mahasiswanya untuk berkompetisi lebih di tingkat international. Untuk itu, kemampuan bahasa Inggris sebagai medium utama komukasi global harus terus ditingkatkan. “Saya bisa ke Bulgaria karena bahasa Inggris saya. Jadi, saya sangat berharap teman-teman mahasiswa semakin giat mengasah kemampuan bahasa Inggris agar bisa menggenggam dunia di tangan dengan mudah,” katanya dengan penuh semangat. (NurSas*)