Lengger Lanang: Dari Banyumas Menuju Dunia

Fakultas Sastra Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengadakan International Virtual Winter Course pada tanggal 22 Maret – 27 Maret 2021. Acara ini berlangsung secara virtual dengan melibatkan lebih dari 200 peserta dari 10 negara. Acara ini membawa materi tentang Budaya Banyumasan seperti Lengger, Batik Banyumas, dan Wayang.

Di hari pertama, tari Lengger lanang menjadi bahan pokok pembahasan. Lenger Lanang lahir, dan tumbuh di wilayah Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia yang merupakan daerah agraris dengan warganya yang sebagian besar bermata pencaharian bertani dan berkebun.

Untuk menjadi seorang panjang-panjang, seorang Lengger harus melalui beberapa proses spiritual, seperti mediasi untuk mendapatkan indang (roh) agar merasuki tubuh. Mereka juga harus mandi di mata air keramat di tengah malam.

Pada sesi ini, penampilan lengger terbagi menjadi empat tahap. Tahap pertama adalah gamyongan yang kemudian disusul dengan lenggeran, bodhoran, dan baladewaan.

Penari Lengger yang bernama Sigit Kurniawan melakukan tarian Lengger untuk pembukaan acara. Tidak hanya menari, Sigit dan kakaknya, Didit Suryanto, melakukan talk show yang dipandu langsung oleh dosen Fakultas Sastra Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Widya Nirmalawati, S.S., M.A.

Tak hanya itu, para peserta diajarkan untuk menari tarian lengger oleh Sigit, sang penari Lengger. Meskipun dilakukan secara online, namun para peserta yang berasal dari luar negri sangat antusias untuk mengikuti instruksi dari sang penari. (chav/zaza)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *